Inisiatif Program Kampung Tematik ProKlim di Lima Jorong Nagari Koto Rantang✨️

Inisiatif Program Kampung Tematik ProKlim di Lima Jorong Nagari Koto Rantang✨️

14 September 2025 15:35
258 kali dibaca
Oleh: Novri Agus Parta Wijaya, S.Pd., M.Pd.
‎Wali Nagari Koto Rantang

‎Nagari Koto Rantang, yang terletak di kawasan berbukit dan berlembah dengan hutan yang masih lestari, terus memperkuat perannya sebagai nagari yang berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat. Potensi alam yang luar biasa, mulai dari lahan pertanian, keanekaragaman hayati seperti Rafflesia yang tumbuh di seluruh jorong, hingga keberadaan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) BMKG Koto Tabang dan Stasiun Bumi & Observasi BRIN Agam, menjadikan Koto Rantang sebagai kawasan strategis nasional yang memiliki arti penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.

‎Sebagai respon atas tantangan iklim global, isu ketahanan pangan nasional, serta eksistensi kawasan strategis ini, Pemerintah Nagari Koto Rantang meluncurkan Inisiatif Program Kampung Tematik ProKlim di lima jorong, dengan fokus pengembangan berbasis potensi lokal:

‎1. Jorong Mudiak Palupuah: Kampung ProKlim Buah
‎Pengembangan kebun buah beragam jenis untuk menopang pangan bergizi, meningkatkan ekonomi, sekaligus menjaga tutupan hijau nagari.

‎2. Jorong Muaro: Kampung ProKlim Ikan Banda Lestari
‎Inovasi perikanan darat yang adaptif dan ramah lingkungan sebagai upaya memperkuat protein masyarakat serta mendukung agenda ketahanan pangan Presiden RI.

‎3. Jorong Batu Gadang: Kampung ProKlim Madu
‎Pemberdayaan budidaya lebah madu sebagai ikon ekowisata, sumber ekonomi hijau, serta menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

‎4. Jorong Sitingkai: Kampung ProKlim Ternak Cerdas
‎Pengembangan peternakan yang terintegrasi dengan teknologi dan pendekatan ramah lingkungan, menuju produktivitas tinggi dan berkelanjutan.

‎5. Jorong Batang Palupuah: Kampung ProKlim Zero Waste “Salingka Kampuang Bersih”
‎Gerakan nagari bersih berbasis ekonomi sirkular, dengan fokus pada pengelolaan sampah terpadu, energi terbarukan, dan edukasi masyarakat.

‎Program ini tidak berdiri sendiri. Ia dirancang sebagai jawaban lokal terhadap isu global, sekaligus menyambungkan arah pembangunan nagari dengan:

‎Agenda Presiden Republik Indonesia tentang Ketahanan Pangan Nasional, melalui penguatan sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan diversifikasi pangan.

‎BKSDA dan Dinas Kehutanan, dalam menjaga keberlanjutan hutan, ekosistem, serta perlindungan satwa dan flora langka termasuk Rafflesia.

‎BRIN dan BMKG, untuk mendukung riset, observasi iklim, serta pengembangan kebijakan berbasis data ilmiah.

‎Lembaga akademisi dan kampus-kampus, sebagai mitra transfer ilmu, teknologi, dan pendampingan masyarakat.

‎Untuk menyukseskan inisiatif besar ini, Nagari Koto Rantang menyadari perlunya tangan-tangan kompeten yang mau hadir dan mendampingi. Kami membuka diri bagi akademisi dari berbagai universitas, lembaga riset, pemerintah pusat maupun daerah, serta sektor swasta, untuk bersama-sama membangun model nagari iklim yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menjadi rujukan nasional maupun internasional.

‎Nagari Koto Rantang bukan hanya menjaga alamnya, tetapi juga menjaga kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai negara yang konsisten dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, sekaligus menjaga ketahanan pangan bagi generasi mendatang.