Program “JEBOL TANDUK” Dukcapil Agam Hadirkan Layanan Humanis: Walinagari Koto Rantang Minta Perhatian untuk Warga Berkebutuhan Khusus

Program “JEBOL TANDUK” Dukcapil Agam Hadirkan Layanan Humanis: Walinagari Koto Rantang Minta Perhatian untuk Warga Berkebutuhan Khusus

04 November 2025 11:01
268 kali dibaca
Agam – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Agam di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Dedi Asmar terus berinovasi menghadirkan layanan publik yang menjangkau semua kalangan melalui program unggulan “JEBOL TANDUK” (Jemput Bola Pendataan Administrasi Kependudukan).

‎Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan cepat, inklusif, dan berkeadilan hingga ke pelosok nagari, termasuk bagi warga yang memiliki keterbatasan fisik maupun mental.

‎Dalam kesempatan terbaru, Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, S.Pd., M.Pd., mendatangi langsung Kepala Dinas Dukcapil Agam untuk meminta kesediaan tim JEBOL TANDUK turun ke Koto Rantang. Tujuannya ialah melakukan perekaman E-KTP bagi beberapa warga berkebutuhan khusus dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang selama ini belum terlayani karena keterbatasan mobilitas dan kondisi khusus.

‎ “Sebagai pemerintah nagari, kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun warga Koto Rantang yang tertinggal dalam hak kependudukannya. Mereka juga warga negara yang perlu perhatian dan perlakuan yang sama. Kalau mereka tak bisa datang ke pelayanan, maka pelayananlah yang harus datang kepada mereka,” ujar Novri Agus Parta Wijaya penuh haru.

‎Permintaan tersebut mendapat sambutan hangat dari Kepala Dinas Dukcapil Agam, Dedi Asmar, yang menegaskan bahwa program JEBOL TANDUK memang didesain untuk menjangkau setiap jiwa di Kabupaten Agam tanpa terkecuali.

‎“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan inisiatif Wali Nagari Koto Rantang. Prinsip kami jelas: setiap warga berhak mendapatkan identitas, dan negara wajib hadir memastikan hak itu terpenuhi,” ungkap Dedi Asmar.

‎Dukungan terhadap langkah ini juga datang dari tokoh masyarakat Nagari Koto Rantang, Bakhri Yusuf, S.S., Tuanku Rajo Batuah, yang menilai program ini sebagai bentuk kepedulian nyata negara kepada warganya.

‎“Ini bukan sekadar soal E-KTP, tapi tentang pengakuan, keberadaan, dan harga diri seorang warga negara. Kita bangga melihat kolaborasi antara pemerintah nagari dan kabupaten yang mengedepankan sisi kemanusiaan,” tuturnya.

‎Sementara itu, Veni Riyana Putra, S.Pd., Basa Muhammad dari Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Nagari Koto Rantang, menambahkan bahwa kehadiran program seperti JEBOL TANDUK juga memperkuat aspek perlindungan hukum dan administrasi dasar bagi masyarakat rentan.

‎ “Ketika seseorang memiliki identitas hukum, maka ia terlindungi oleh sistem. Kita ingin memastikan keadilan dan kesetaraan itu hadir untuk semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

‎Melalui sinergi antara Dukcapil Agam dan Pemerintah Nagari Koto Rantang, program JEBOL TANDUK menjadi bukti bahwa pelayanan publik terbaik bukan hanya yang efisien, tapi juga yang menyentuh hati dan memanusiakan manusia.

‎Di balik selembar KTP, tersimpan makna besar: pengakuan, kepedulian, dan rasa bahwa setiap jiwa berarti.
‎Koto Rantang kembali menunjukkan, bahwa nagari bukan sekadar wilayah administratif — tapi rumah bagi setiap warganya, tanpa terkecuali.